Kembali

Harmonisasi AKPK untuk Petakan Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ASN



Peserta kegiatan Harmonisasi Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dari 19 perangkat daerah yang diundang


www.bkppd.magelangkab.go.id- Guna menyelaraskan kebutuhan dan usulan pelatihan dalam rangka pengembangan kompetensi ASN untuk tahun 2025 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang menyelenggarakan kegiatan Harmonisasi Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK), Rabu(31/7/2024).

 

Kegiatan dilaksanakan secara klasikal di Ruang Rapat BKPPD,  dengan mengundang Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian atau Pejabat Pengelola Kepegawaian dari 19 (sembilan belas) perangkat daerah di Lingkungan Kabupaten Magelang.

 

Kepala Bidang Pengembangan SDM, BKPPD, Irma Normahayati mengatakan sebelum acara ini dilaksanakan, pihaknya telah menghimpun usulan kebutuhan pengembangan kompetensi dari ASN melalui aplikasi Si Jari On AKD.

 

Si Jari On AKD merupakan Sistem Penjaringan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi yang disediakan dan dikembangkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah untuk mengidentifikasi kebutuhan Pengembangan Kompetensi bagi ASN di Provinsi Jawa Tengah.

 

ā€œAnalisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) ini diharapkan akan dapat tersusun program–program pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasiā€,tuturnya.

 

Irma menyebutkan jumlah input usulan pelatihan pada Si Jari on AKD sejumlah 5.867 usulan diklat yang terdiri dari 5.198 usulan yang sudah ada pada template aplikasi dan 669 usulan pelatihan baru.

 

Dalam kesempatan ini, Irma memaparkan sejauh mana pelaksanaan pengembangan kompetensi sampai dengan bulan Juli ini, yang  merupakan hasil Harmonisasi AKPK tahun lalu, terdapat beberapa pelatihan yang tidak dapat dilaksanakan karena mempertimbangkan beberapa faktor serta urgensitasnya.

 

ā€œAda pelatihan yang tidak dapat diselenggarakan, salah satunya pelatihan penyusunan analisis jabatan dikarenakan tidak ada lembaga penyelenggara yang menawarkan pelatihan dimaksud dan kami mengalihkannya ke pelatihan yang lebih urgen dengan mempertimbangkan unsur kebutuhan dan isu strategisā€, imbuhnya.

 

Hasil diskusi bersama dituangkan dalam bentuk Berita Acara kesepakatan. Disebutkan bahwa pengembangan kompetensi ASN di tahun 2025, direncanakan akan ada 12 jenis pelatihan prioritas di lingkungan Badan, Dinas, dan Kecamatan yang terdiri dari 9 jenis pelatihan prioritas di lingkungan Dinas Kesehatan, 3 jenis pelatihan prioritas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Untuk diketahui bahwa Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) terdapat 4 (empat) dimensi yakni: kualifikasi, kompetensi, kinerja dan disiplin, dan dimensi kompetensi memiliki bobot terbesar yakni 40%. Saat ini IP ASN Pemerintah Kabupaten Magelang menurut data terupdate per Juli 2024 yang dapat diakses pada SIASN milik BKN mempunyai rata-rata nilai 78.44,dengan kategori sedang.

 

Dengan demikian menurut Irma pengembangan kompetensi memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan Indeks Profesionalitas ASN.

 

ā€œKami berharap setiap pihak dapat menjaga komitmen yang telah disepakati bersama agar proses pengembangan kompetensi bagi ASN di Kabupaten Magelang mampu mewujudkan upaya-upaya perbaikan kinerja organisasi, sehingga berdampak pada hasil penilaian Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) kita lebih baik lagiā€, tegasnya.


Editor : Hayu Katulangi