Kembali

Pemkab Magelang jadi Lokus Stula “Best Practice” Pelayanan Publik Bagi Peserta Diklat PKA IV Kabupaten Cilacap


Magelang (www.bkppd.magelangkab.go.id) – Didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cilacap, Budi Santosa, Peserta Diklat Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Kabupaten Cilacap pola kerjasama dengan BKPSDMD Provinsi Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Studi Lapangan (Stula) ke Pemerintah Kabupaten Magelang sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran.

Para peserta yang berjumlah 30 orang diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto dan Plt. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin di Pendopo drh. Soepardi Setda Kabupaten Magelang, Kamis (15/5). Para peserta akan melaksanakan stula dari hari Kamis tanggal 15 Mei 2025 sampai besok Jumat tanggal 16 Mei 2025.

Dalam sambutannya Sekda menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas Stula yang lokusnya di Kabupaten Magelang. Ia pun menjelaskan sekilas tentang Kabupaten Magelang yang memiliki luas wilayah 112.998 Ha dengan jumlah desa 367 serta 5 kelurahan, jumlah penduduk sebanyak 1.341.447 yang tesebar di 21 kecamatan.

“Kondisi topografi dan sebaran penduduk 372 desa/kelurahan ini tentunya terobosan untuk memberikan pelayanan yang lebih smart kepada warganya, untuk itu pemerintah Kabupaten Magelang melalui OPD pengampu selalu berusaha untuk melakukan terobosan dan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Magelang memiliki beberapa terobosan dan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti halnya layanan kesehatan masyarakat, pada Dinas Kesehatan menerapkan sistem Integrasi Pelayanan Primer (ILP) dengan Aplikasi MOS (Melayani Orang Sehat) yang melibatkan unit-unit layanan kesehatan dasar dengan screeningAplikasi MOS ILP untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup mengembangkan inovasi/program unggulan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, seperti Program Kampung Iklim (Porklim) Inklusif, apresiasi Desa Gemar Mengelola Sampah (De Gemes) dan pengembangan Sekolah Adiwiyata, Komunitas JAGA WANA (Komunitas Jogo Tuk dengan Pelestarian Pohon Aren) terkait kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga kesehatan lingkungan hutan dan sumber mata air. Program Jogo Tuk sebagai langkah konservasi terhadap sumber mata air agar tetap lestari. Memberikan pelatihan kepada komunitas Jogo Tuk untuk merawat setiap mata air dan pelestarian pohon aren milik masyarakat agar tidak ditebang.

“Demikian contoh pengembangan inovasi dari dua OPD yang berhasil dikembangkan, beberapa OPD lain juga telah mengembangkan aplikasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”katanya.

Terakhir Sekda berharap kunjungan ini merupakan kesempatan emas untuk saling belajar dan berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, inovasi serta solusi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tak lupa pula Kepala BPSDM Kabupaten Cilacap, Budi Santosa, menyampaikan terimakasih telah diterima dengan baik dan ramah.  

Pihaknya berharap melalui Stula ini, para peserta memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar "best practice" dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan sehingga mampu mengidentifikasi permasalahan dan menemukan solusi inovatif untuk diterapkan di lingkungan kerja.